Categories
Profil Kandidat EN

Mualimin Pardi Dahlan

Terwujudnya Keadilan Sosial Kerakyatan Berlandaskan Demokrasi Ekologi.

– Mualimin Pardi Dahlan

Seorang Advokat yang lahir di Pinang Banjar (Muba), 14 Agustus 1981. Saat ini sosok yang akrab dipanggil “Apeng” tinggal di Palembang, Sumatera Selatan.

Riwayat pendidikannya dimulai dengan menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Pinang Banjar Musi Banyuasin. Setelah lulus SD pada tahun 1993, ia melanjutkan jenjang pendidikan di SMP Negeri 2 Sungai Lilin Musi Banyuasin dan lulus pada tahun 1996. Setelahnya ia menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 13 Palembang dan menamatkannya pada tahun 1999. Setelah SMA, ia menempuh pendidikan tinggi dengan mengambil program studi hukum di Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada tahun 2007, ia menamatkan pendidikan strata 1 program studi ilmu hukum. Saat ini Apeng sedang menempuh studi program pasca sarjana Magister Ilmu Hukum dengan almamater yang sama.

Keterlibatan Mualimin Pardi Dahlan dalam organisasi dan gerakan telah ia mulai sejak mahasiswa. Ia tercatat pernah menjadi Ketua Umum Mapala BRIMPALS FH UMP periode 2002 – 2003 dan Ketua Senat (BEM) Fakultas Hukum Univ. Muhammadiyah Palembang periode 2003 –2004. Semasa mahasiswa ia terlibat aktif juga di organisasi non pemerintah dengan menjadi Kepala Divisi Informasi Lembaga Advokasi Rakyat (LEMBAR) anggota WALHI Sumatera Selatan, 2001 – 2002. Ia kemudian menjadi Direktur Direktur Operasional LP3HAM, 2004 –2006.

Pada tahun 2006-2008, Ia menjadi kepala biro jaringan kampanye WALHI Sumatera Selatan. Selanjutnya ia menjadi Kepala Biro Hukum & Advokasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Koordinator Bidang Hukum & HAM Pemuda Muhammadiyah

Sumatera Selatan, 2008 – 2013, Dosen di Fakultas Hukum Univ. Kader Bangsa Palembang & STIH Rahmaniyah Sekayu, 2012 – 2013, Anggota Public Interest Lawyer Network (PIL-Net), 2014 – sekarang, Direktur Eksekutif/Ketua Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN), 2013 – 2014. Sejak 2009 hingga sekarang ia mengabdikan diri dengan menjadi pengacara rakyat yang menangani berbagai kasus struktural seperti kasus lingkungan, agraria, dan kasus rakyat lainnya. Saat ini pada periode kepengurusan WALHI Nasional 2016-2020, ia mendapatkan mandat menjadi Dewan Nasional WALHI.

Sebagai seorang aktifis dan pengacara, ia mengikuti sederet pelatihan dengan menjadi peserta hingga narasumber. Beberapa pendidikan dan pelatihan tersebut diantaranya; DIKLATSAR Mapala BRIMPALS FH UMP di Palembang, Pendidikan Community Organizer, LEMBAR di Palembang (2001); Pelatihan Advokasi HAM, PBHI Sumatera Barat di Solok Sumatera Barat (2003); Pelatihan Pemantauan HAM, KOMNASHAM RI di Palembang dan Batam (2006); Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), PERADI di Palembang (2008); Human Rights and People’s Diplomacy Training for Human Rights Defenders from The Asia-Pacific Region, The University Of New South Wales di Dilli Timor Leste (2009); Pelatihan Advokasi Reformasi Sektor Kemanan untuk Ahli Sipil, IDSPS-DCAF di Bogor, (2011); Regional Training of Trainers on Human Rights Documentations and Advocacy, AIPP di Chiang Mai Thailand (2011); dan Pendidikan Kepemimpinan Politik Kerakyatan keWalhian III, (2016).

Categories
Profil Kandidat EN

Dana Prima Tarigan

Gerakan Lingkungan Hidup Yang Nyata untuk Menghadapi Darurat Bumi

Dana Prima Tarigan

Dana Prima Tarigan lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 19 Oktober 1982. Anak ketiga dari 6 bersaudara. Saat ini berdomisili Sumatera Utara.

Dana Prima Tarigan adalah lulusan dari FISIP Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan. Sejak kuliah sudah aktif di dunia aktivisme dan gerakan lingkungan hidup di Sumatera Utara, di antaranya melalui Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di tahun 2002, serta Mahasiswa Pencinta Alam (MAHATALA) Nommensen Medan pada tahun yang sama. Awal menjadi Kader WALHI dimulai saat mengikuti Green Student Movement (GSM) WALHI Sumatera Utara pada tahun 2005, dan kemudian aktif menjadi sahabat WALHI. Pada tahun 2015 juga menjadi pengurus Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Utara.

Pada tahun 2006-2007, Dana diangkat menjadi staf advokasi WALHI Sumatera Utara. Setahun kemudian sempat bekerja di Jaringan Advokasi Untuk Nelayan Sumatera Utara (JALA Sumut) sebagai koordinator Advokasi dalam kurun waktu 2008-2012. Pada tahun 2012-2016 kembali bekerja di WALHI Sumatera Utara menjadi Manager Advokasi dan Kampanye. Tahun 2016, Dana terpilih menjadi Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Utara untuk periode 2016-2020.

Dalam kurun 15 tahun terakhir bergelut dengan isu lingkungan hidup dan sosial, telah menangani berbagai kasus-kasus lingkungan di Sumatera Utara. Di antaranya adalah kasus penambangan pasir laut di Deli serdang, Reclaiming perkebunan sawit di lubuk kertang, pesisir Kabupaten Langkat, kasus sungai Deli di Medan, Kasus Tambang Emas Sorik Mas Mining di Mandailing Natal, Pencemaran oleh perusahaan Kawasan Industri Medan (KIM) di Deli serdang, PLTU Batubara Pangkalan Susu serta kasus PLTA Batang Toru.

Categories
Profil Kandidat EN

Anton P Widjaya

Mewujudkan WALHI sebagai Rumah Konsolidasi Gerakan Advokasi Lingkungan Hidup Terbesar, Berpengaruh dan Inklusif di Indonesia.

– Anton P Widjaya

ANTON P. WIDJAYA atau akrab disapa Anton lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Sekadau Hulu, sebuah Kecamatan di Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat. Menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN dan SMP Negeri 01 Sekadau Hulu, kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 03 Sanggau dan pada tahun 1994 melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak. Pada saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat.

Di dalam dunia pergerakan, Anton aktif bersama Sylva Indonesia PC Untan dan bersama aliansi mahasiswa lainnya, menjadi salah satu penggerak aksi-aksi mahasiswa tahun 1997 di kampus Universitas Tanjungpura Pontianak.

Pada tahun 1999 mulai aktif melakukan advokasi, pengorganisasian dan pembelaan hak-hak masyarakat adat dan lingkungan hidup bersama Institut Dayakologi-Pancur Kasih, kemudian menjadi Dewan Daerah WALHI Kalimantan Barat 1 periode dan menjadi Direktur Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Barat selama 2 periode.

Riwayat Pendidikan
1. SD Negeri 02 Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau tahun      1988
2. SMP Negeri 01 Sekadau Hulu Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten      Sekadau tahun 1991
3. Jurusan Biologi (A2) SMA Negeri 03 Sanggau Kabupaten Sanggau        tahun 1994
4. Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura            Pontianak tahun 1999
5. Pasca Sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura                    Pontianak tahun 2017-

Pengalaman Organisasi
1. Anggota Crusher Team Sylva Indonesia Universitas Tanjungpura.          1995 –
2. Anggota TIGER (Team of Interpreter and Guide for                            Environmental Research) Sylva Indonesia PC. Universitas                      Tanjungpura. 1996
3. Pengurus Arboretum Sylva Indonesia Universitas Tanjungpura              Pontianak 1997-1998
4. Anggota Luar Biasa Sylva Indonesia Universitas Tanjungpura 1999
5. Badan Pendiri Credit Union Filosofi Petani Pancur Kasih 2011.
6. Pendiri Aliansi Masyarakat Adat Jalai Jalai Sekayuq – Kendawangan        Seakaran Kabupaten Ketapang – Institut Dayakologi 2005.
7. Ketua Komite Persiapan Sarekat Hijau Indonesia, Wilayah                      Kalimantan Barat 2006
8. Anggota Dewan Daerah WALHI Kalimantan Barat 2009-2011
9. Ketua Dewan Daerah WALHI Kalimantan Barat 2010-2011
10. Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Barat Periode 2011–2015
11. Anggota Sawit Watch – Bogor
12. Anggota Jaringan kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) – Bogor
13. Koordinator Advokasi GN PSDA Kalimantan Barat – KPK RI            2014-2016
14. Ketua SLPP (Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif) Kalimantan            Barat 2014-2019
15. Dewan Pendiri Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan                    (PBHK), 2014
16. Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Barat Periode 2015-2019
17. Anggota Board SAMPAN KALIMANTAN 2015-2019.
18. Anggota Badan Pengawas Perkumpulan Sawit Watch Indonesia              2016-2020.

Pengalaman Kerja
1. Anggota Tim Advokasi dan Fasilitasi – Cassia Lestari 1999-2000
2. Anggota Tim Peneliti, Potensi Tambak Udang Kab Sambas –                Fakultas Kehutanan UNTAN 1999
3. Anggota Tim Penelitian Hama Belalang Kembara di Kabupaten            Ketapang – Institut Dayakologi 2000–2003.
4. Fasilitasi Masyarakat Adat Kabupaten Ketapang – Institut                      Dayakologi 2000-2003
5. Staf Program Advokasi dan Kolaborasi Institut Dayakologi 2000-          2006
6. Trainer Pendidikan Kader Rakyat – Institut Dayakologi 2004-2006.
7. Ketua Panitia Ulang Tahun Institut Dayakologi ke-17 Pontianak            2006.
8. Anggota Tim Adhoc Recovery and Reconstruction Institut                    Dayakologi 2008
9. Manager Program Multicultural Education Institut Dayakologi              2008-2010
10. Anggota Tim Penulis Buku Manifesto Pancur Kasih, Pontianak             2008-2009
11. Ketua Panitia Peluncuran Buku Manifesto Pancur Kasih,                        Pontianak 2009
12. Manager Program Peacebuilding and Transformation Institut                Dayakologi, 2009-2011
13. Koordinator Aliansi NGO untuk Rekonsiliasi dan Perdamaian di          Kalimantan Barat, 2009-2011
14. Ketua Program Pendidikan Kader Gerakan Pancur Kasih, 2010
15. Anggota Tim Penulis Silabus Pendidikan Kader Gerakan Pancur            Kasih 2010
16. Anggota Tim Penulis Buku Gerakan Pancur Kasih, Pontianak 2010
17. Ketua Panitia Ulang Tahun Gerakan Pancur Kasih ke 30,                        Pontianak 2011
18. Ketua Tim Tour Kampanye Kerusakan Hutan Kalimantan,                    WALHI Kalbar–Greenpeace 2012.
19. Anggota Tim Penyelaras STATUTA WALHI, PNLH Palembang          2015
20. Anggota Panelis Debat Kandidat Calon Gubernur dan Wakil                  Gubernur Kalimantan Barat Periode 2018–2023, Tahun 2018
21. Anggota Tim Penyelaras STATUTA WALHI, PNLH, Makasar              2020
22. Fasilitator, moderator dan pembicara di berbagai seminar,                      workshop dan lokakarya.

Pengalaman & Pendidikan Lain
1. Pembicara dalam Regional Forum on the Impact of ASEAN Trade        and Investment Policies on People’s Right and Access to Land and        Natural Resources – Focus on the Global South and EU-ASEAN        FTA Campaign Network. Phnom Penh Cambodia, 12 November          2012.
2. Participant Civil Society on RT RSPO,
3. Participant Conference on the Parties (COP) dari United Nation            Framework Conference on Climate Change (UNFCCC)
4. Speaker Tour on European, “Langrabbing for Palm Oil in Indonesia      and the Link to Europe. Netherlands, UK, Sweden, Finland,                  Belgium, Germany and France, November-Desember 2013.
5. Pembicara dalam Workshop “ The Politics of Palm Oil Expansion        and Tropical Deforestation in Indonesia”. Helsinki University Social      Forum Dialogues Series. Faculty od Social Sciences. Helsinki                  Finlandia, 29 November 2013.
6. Pembicara dalam Diskusi : “Landgrabbing in Indonesien; Palmol          und die Verantwortung der Banken. Berlin Jerman. 26 November          2013
7. Pembicara dalam Workshop: “Grassroots Resistance; Against                Corporations and Local Elites”. University of Bern Switzerland, 14        Januari 2016.
8. Pengkampanye isu land grabbing dan perkebunan sawit Kalimantan          Barat di level nasional dan internasional.

Categories
Profil Kandidat EN

Zenzi Suhadi

Gerakan Lingkungan Hidup, Menjadi Kutub Baru
Gerakan Ekonomi dan Politik Rakyat

– Zenzi Suhadi

Zenzi Suhadi lahir di Kabupaten Bengkulu Selatan pada 28 Desember 1981. Menempuh pendidikan tingkat dasar di SDN Tungkal I Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Setelah lulus SD pada tahun 1993, kemudian melanjutkan jenjang pendidikan di SMP N Pino Bengkulu Selatan. Pada tahun 1996-1993 menempuh pendidikan SMA di SMA N 2 Bengkulu Selatan. Zenzi melanjutkan kuliah di Universitas Bengkulu dengan memilih progarm studi Biologi.

Semasa kuliah mendirikan Mapala Blue Greeen, organisasi pecinta alam berbasis mahasiswa program studi biologi Universitas Bengkulu. Pada tahun 2005-2006 menjadi manajer program Yayasan Kanopi Bengkulu dan kemudian menjadi Direktur Yayasan tersebut.

Karir Zenzi di WALHI telah dimulai sejak aktif di Kanopi yang merupakan lembaga anggota WALHI Bengkulu. Karir di WALHI kemudian berlanjut dengan menjadi Manajer PPOR WALHI Bengkulu pada tahun 2006-2007. Pada tahun 2007, Zenzi terpilih menjadi Direktur Yayasan Karti yang merupakan salah satu lembaga anggota WALHI. Tahun 2008, Ia terpilih menjadi Direktur Eksekutif WALHI Bengkulu untuk masa periode 2008-2012.

Pasca berproses di WALHI daerah, Zenzi melanjutkan pengabdian ke WALHI Nasional dengan menjadi Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar pada periode (2012-2016). Pada periode kepengurusan Eksekutif Nasional berikutnya (2016-2020), ia mendapatkan mandat untuk menjadi Kepala Departemen Kajian Kebijakan dan Pembelaan Hukum Lingkungan yang kemudian departemen tersebut berganti menjadi Departemen Advokasi.

Selama berproses di WALHI, Ia pernah terlibat sebagai dalam kajian kritis dalam penyusunan RUU; Konservasi Air dan Tanah, Pemerintahan Daerah, Sumber Daya Air, Masyarakat Adat, dan PPLH.

Selama menjadi fungsionaris WALHI, ia juga banyak terlibat dalam pertemuan, kampanye dan simpul gerakan internasional diantaranya ; Pertemuan tentang Transformasi Predator Ekologis di Nigeria tahun 2013, Metamorfosis kejahatan SDA di Tokyo tahun 2013, Kejahatan Kehutanan di London tahun 2014, Dampak Investasi Infrastruktur di Washington tahun 2014, Korupsi Sektor Kehutanan dan Perkebunan di Washington tahun 2015, Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit di Kamerun tahun 2016, Berlin, 2016 – Konferensi Internasional Asia Infrastructure Invesment Bank (AIIB), Lyon France, 2017 – Konferensi Internasional Interpol untuk Kejahatan Korporasi, Roma Italy 2017 – Konferensi Hutan dan Pangan FAO, Washington DC 2018 – US Senate Brief on Env. And Finance Crime, San Fransisco 2018 – Investor conference on Land Grab and Deforestation Baku Azerbaijan 2019 – Rimba Terakhir dan WKR – WHC UNESCO.

Selama masa pengabdian di lembaga anggota WALHI, Eksekutif Daerah, dan Eksekutif Nasional. Zenzi terlibat dalam berbagai advokasi khusus, diantaranya:

Pengorganisasian Rakyat. Mengembangkan pola pengorganisasian rakyat dengan pendekatan lanskap, 2008-2012 Membuat dapur gerakan dan menghimpun gerakan rakyat pesisir Bengkulu dengan pendekatan emosional kolektif. Pendekatan ini merubah cara pandangan bahwa kasus sebagai beban menjadi kekuatan, pola ini berhasil menghentikan 7 tambang pasir besi di pesisir, menghentikan ekspansi 2 perusahaan sawit. Catatan tentang gerakan ini dapat dibaca di buku Perempuan Lokal Vs Tambang Global

Menghentikan Ekspansi Korporasi. Selama dieknas WALHI, bersama jaringan berpenglaman menghambat ekspansi sektor industri ekstraktif dengan Moratorium izin dan moratorium sawit. Kajian yang mendalam terhadap skenario kejahatan korporasi dan advokasi berbasiskan data merupakan kunci untuk untuk menghentikan laju penguasaan ruang dan SDA oleh Korporasi, upaya ini secara kuantitatif berkontribusi dalam menyelamatkan 71 juta ha hutan dan berpotensi mengurangi penguasaan perusahaan sawit seluas 1,4 juta ha.

Melawan Korupsi Sumber Daya Alam. Menjadi konsultan khusus MSI untuk peningkatan kapasitas penyidik KPK di sektor SDA dan lingkungan, menjadi pengalaman dan pengetahuan WALHI serta membawa logika lingkungan ke dalam logika hukum salah satu bagian terpenting dalam proses dimulainya tipikor di sektor SDA dan LH.

Mengurangi penguasaan Korporasi. Advokasi melalui GN-PSDA bersama KPK dan kampanye kebakaran hutan dan gambut, membuka mata banyak pihak termasuk pemerintah bahwa meningkatnya investasi juga berbanding lurus dengan kehancuran lingkungan serta kerugian perekonomian negara, penegakan hukum, pemulihan lingkungan dan review perizinan korporasi mulai menjadi kosentrasi pemerintah.

Wilayah Kelola Rakyat. Menjadi bagian dari konsep WKR (Wilayah Kelola Rakyat) adalah Langkah maju dalam advokasi yang bukan saja defensif dan membangun narasi model kelola, tetapi juga langkah strategis menghentikan ekspansi korporasi ke wilayah produktif rakyat dan ekologi.