Categories
Kabar Kegiatan

Temuramah Calon Eksekutif Nasional WALHI Dengan Komponen WALHI Aceh

Menindaklanjuti arahan Panitia Pengarah Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) WALHI tanggal 30 Januari 2020 Nomor 09/PP/PNLH-XIII/I/2020 Perihal Pelaksanaan Kampanye Publik Calon Fungsionaris WALHI 2020-2024. Eksekutif Daerah WALHI Aceh melakukan Konsolidasi dan Silaturahmi seluruh komponen WALHI Aceh yang terdiri dari anggota WALHI Aceh, Alumni WALHI Aceh serta warga dampingan dengan kandidat Direktur Eksekutif  Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengenal secara baik profil dan visi misi dari masing-masing kandidat Direktur Eksekutif Nasional WALHI. Di samping itu kegiatan ini dimaksudkan agar kandidat EN memahami kondisi dan permasalahan serta isu  lingkungan hidup yang terjadi di Aceh. Sehingga dalam perjalanan advokasi WALHI ke depan isu krusial terkait lingkungan hidup yang terjadi di Aceh dapat menjadi bahagian yang di advokasi baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2020 bertempat di Hotel Oasis Banda Aceh, dihadiri oleh 4 Kandidat Direktur Eksekutif Nasional WALHI, 15 orang perwakilan Anggota WALHI Aceh, 4 orang Dewan Daerah, 5 lembaga mitra kerja, 2 orang alumni WALHI, 10 orang ED WALHI Aceh serta 15 orang warga dampingan yang berasal dari 12 Kab/Kota, total peserta pada kegiatan tersebut  berjumlah 55 orang.

Kegiatan dilaksanakan pukul 20.00 – 23.00 WIB,  diawali dengan makan malam bersama dengan seluruh komponen WALHI Aceh, pelaksanaan temu ramah diawali dengan kata sambutan/pengantar dari Direktur Eksekutif Daerah WALHI Aceh yang menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan serta isu-isu lingkungan hidup yang sedang di advokasi oleh ED WALHI Aceh. Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara baik, kegiatan ini dipandu oleh bang Budi Ariyanto yang menjadi moderator.

Selanjutnya masing-masing kandidat EN diberi kesempatan memperkenalkan diri serta menyampaikan visi, misi serta agenda advokasi yang akan dilakukan jika terpilih menjadi Direktur Eksekutif Nasional. Kemudian para peserta diberi kesempatan mengajukan pertanyaan kepada para kandidat EN.

Beberapa catatan penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut :

  1. WALHI harus menjadi organisasi pusat data, untuk menghasilkan data yang valid perlu menghidupkan kembali peran WALHI Institute dan perguruan tinggi melalui riset-riset dan kajian kebijakan, tidak hanya menjadikan akademisi sebagai saksi ahli dalam persidangan gugatan WALHI
  2. Advokasi yang dilakukan harus berbasis data, bukan advokasi berbasis asusmsi atau opini
  3. WALHI perlu terlibat dan menjadi motor penggerak dalam ecological justice, bukan sebagai pengikut advokasi yang didorong oleh lembaga lain
  4. Menjadikan WALHI sebagai rumah gerakan konsolidasi lingkungan hidup dan HAM di Indonesia
  5. Serius terhadap bisnis kerakyatan melalui pengembangan dan pemamfaatan potensi di wilayah kelola rakyat
  6. Melakukan reorientasi gerakan politik hijau
  7. WALHI tidak anti pembangunan tetapi kritis terhadap kebijakan/pembangunan yang berdampak buruk terhadap lingkungan
  8. Mengembangkan konsep ekonomi nusantara berdasarkan keberagaman produk dan budaya masyarakat
  9. WALHI menjadi pusat belajar ekonomi rakyat
  10. WALHI harus menyusun strategi baru dalam melakukan advokasi kebijakan nasional yang berdampak ke daerah
  11. WALHI harus mampu merumuskan/merancang/menawarkan peta jalan penyelamatan lingkungan hidup untuk satu periode kedepan.