Categories
Profil Kandidat DN

Raynaldo G. Sembiring

Bekerja di Balik Layar Pembaharuan Hukum Lingkungan di Indonesia
– Raynaldo G. Sembiring

Raynaldo Gracia Sembiring, yang akrab dipanggil Dodo, bergabung dengan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) segera setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2012. Ketika itu, hukum lingkungan belum menjadi program kekhususan di Universitas Indonesia. Dengan kata lain, belum populer. Ketika mayoritas rekan-rekan sesama lulusan FHUI berebut untuk bekerja di kantor pengacara deretan Sudirman-Kuningan, Ia memilih untuk menjadi peneliti hukum lingkungan. Sejak tahun 2015 Dodo dipercaya sebagai Deputi Direktur ICEL.

Ketertarikannya pada hukum lingkungan berawal dari kegelisahannya atas orientasi banyak fakultas hukum yang mengarahkan mahasiswanya berkecimpung di dunia komersial (privat) dibandingkan pada sektor-sektor publik. Selain itu, kasus lingkungan seperti Lumpur Lapindo, yang secara hukum selalu memberikan peluang bagi korporasi untuk lepas turut meyakinkannya bergabung dengan ICEL.

Selama di ICEL, Dodo mendalami Hukum Lingkungan Umum, Hukum Konservasi Keanekaragaman Hayati, Hukum Administrasi Lingkungan dan Anti-Strategis Lawsuit Against Public Participation. Dodo banyak menjadi perancang peraturan-peraturan pelaksana Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan beberapa peraturan di bidang keanekarahaman hayati. Ia juga aktif dalam beberapa penelitian yang salah satunya menghasilkan Anotasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Beberapa hasil pemikirannya bersama rekan-rekan ICEL yang lain sering menjadi bahan bagi pembaharuan hukum lingkungan.

Dodo kemudian melanjutkan studi pasca sarjananya pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan menaruh minat pada cabang Filsafat Lingkungan. Karenanya Ia juga mulai menulis beberapa topik terkait etika lingkungan. Dodo juga memegang Kartu Advokat Peradi dan fokus pada kasus-kasus publik, khususnya kasus lingkungan hidup.

Jejaring Dodo tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional dan daerah. Ia aktif menjadi penghubung ICEL dengan beberapa jejaring dan lembaga yang bergerak di bidang hukum internasional di dunia seperti Environmental Law Alliance Worldwide (ELAW), Environmental Legal Institute (ELI), Earthjustice dan beberapa Lembaga penelitian seperti Van Vollenhoven Institute (VVI). Jejaring ini banyak membantu gerakan lingkungan dalam advokasi di Indonesia. Beberapa kali Ia juga diundang menjadi pembicara dalam forum-forum jejaring internasional.

Di Nasional, Dodo terlibat dalam beberapa koalisi seperti Bersihkan Indonesia, Aliansi Zero Waste Indonesia, dsb. Dodo juga aktif dalam melakukan pendampingan pendidikan hukum bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Barito Timur sejak tahun 2015. Ia ingin memastikan masyarakat semakin kuat dan percaya bahwa keberhasilan mereka adalah keberhasilan kolektif gerakan akar rumput.

Sejak tahun 2018, Ia bertanggungjawab sebagai Dewan Daerah Walhi DKI Jakarta. Ia membantu pelaksanaan kerja organisasi yang dijalankan oleh Eksekutif Daerah dan melakukan pembenahan terhadap lembaga anggota sesuai dengan mandat statuta.  Dalam bidang akademik, Dodo juga terlibat sebagai pengajar hukum lingkungan pada Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.

Pendekatan strategi advokasi yang dilakukan oleh Dodo banyak dilakukan dalam ruang-ruang sunyi. Intinya kerja-kerja dari balik layar dengan tetap berkoordinasi dengan jaringan merupakan strategi yang dipilih karena Ia yakin pembaharuan harus dilakukan baik dari luar maupun dari dalam secara paralel. Dodo aktif menulus pada beberapa jurnal seperti Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia dan Jurnal Bina Hukum Lingkungan serta juga menulis pada beberapa media. Beberapa hasil peneltiannya dipublikasikan oleh ICEL. Kini, atas dukungan rekan-rekan Walhi dan kelompok masyarakat sipil lainnya, Dodo mengikuti kontestasi sebagai Calon Dewan Nasional Walhi 2020-2024.