Categories
Profil Kandidat EN

Zenzi Suhadi

Gerakan Lingkungan Hidup, Menjadi Kutub Baru
Gerakan Ekonomi dan Politik Rakyat

– Zenzi Suhadi

Zenzi Suhadi lahir di Kabupaten Bengkulu Selatan pada 28 Desember 1981. Menempuh pendidikan tingkat dasar di SDN Tungkal I Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Setelah lulus SD pada tahun 1993, kemudian melanjutkan jenjang pendidikan di SMP N Pino Bengkulu Selatan. Pada tahun 1996-1993 menempuh pendidikan SMA di SMA N 2 Bengkulu Selatan. Zenzi melanjutkan kuliah di Universitas Bengkulu dengan memilih progarm studi Biologi.

Semasa kuliah mendirikan Mapala Blue Greeen, organisasi pecinta alam berbasis mahasiswa program studi biologi Universitas Bengkulu. Pada tahun 2005-2006 menjadi manajer program Yayasan Kanopi Bengkulu dan kemudian menjadi Direktur Yayasan tersebut.

Karir Zenzi di WALHI telah dimulai sejak aktif di Kanopi yang merupakan lembaga anggota WALHI Bengkulu. Karir di WALHI kemudian berlanjut dengan menjadi Manajer PPOR WALHI Bengkulu pada tahun 2006-2007. Pada tahun 2007, Zenzi terpilih menjadi Direktur Yayasan Karti yang merupakan salah satu lembaga anggota WALHI. Tahun 2008, Ia terpilih menjadi Direktur Eksekutif WALHI Bengkulu untuk masa periode 2008-2012.

Pasca berproses di WALHI daerah, Zenzi melanjutkan pengabdian ke WALHI Nasional dengan menjadi Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar pada periode (2012-2016). Pada periode kepengurusan Eksekutif Nasional berikutnya (2016-2020), ia mendapatkan mandat untuk menjadi Kepala Departemen Kajian Kebijakan dan Pembelaan Hukum Lingkungan yang kemudian departemen tersebut berganti menjadi Departemen Advokasi.

Selama berproses di WALHI, Ia pernah terlibat sebagai dalam kajian kritis dalam penyusunan RUU; Konservasi Air dan Tanah, Pemerintahan Daerah, Sumber Daya Air, Masyarakat Adat, dan PPLH.

Selama menjadi fungsionaris WALHI, ia juga banyak terlibat dalam pertemuan, kampanye dan simpul gerakan internasional diantaranya ; Pertemuan tentang Transformasi Predator Ekologis di Nigeria tahun 2013, Metamorfosis kejahatan SDA di Tokyo tahun 2013, Kejahatan Kehutanan di London tahun 2014, Dampak Investasi Infrastruktur di Washington tahun 2014, Korupsi Sektor Kehutanan dan Perkebunan di Washington tahun 2015, Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit di Kamerun tahun 2016, Berlin, 2016 – Konferensi Internasional Asia Infrastructure Invesment Bank (AIIB), Lyon France, 2017 – Konferensi Internasional Interpol untuk Kejahatan Korporasi, Roma Italy 2017 – Konferensi Hutan dan Pangan FAO, Washington DC 2018 – US Senate Brief on Env. And Finance Crime, San Fransisco 2018 – Investor conference on Land Grab and Deforestation Baku Azerbaijan 2019 – Rimba Terakhir dan WKR – WHC UNESCO.

Selama masa pengabdian di lembaga anggota WALHI, Eksekutif Daerah, dan Eksekutif Nasional. Zenzi terlibat dalam berbagai advokasi khusus, diantaranya:

Pengorganisasian Rakyat. Mengembangkan pola pengorganisasian rakyat dengan pendekatan lanskap, 2008-2012 Membuat dapur gerakan dan menghimpun gerakan rakyat pesisir Bengkulu dengan pendekatan emosional kolektif. Pendekatan ini merubah cara pandangan bahwa kasus sebagai beban menjadi kekuatan, pola ini berhasil menghentikan 7 tambang pasir besi di pesisir, menghentikan ekspansi 2 perusahaan sawit. Catatan tentang gerakan ini dapat dibaca di buku Perempuan Lokal Vs Tambang Global

Menghentikan Ekspansi Korporasi. Selama dieknas WALHI, bersama jaringan berpenglaman menghambat ekspansi sektor industri ekstraktif dengan Moratorium izin dan moratorium sawit. Kajian yang mendalam terhadap skenario kejahatan korporasi dan advokasi berbasiskan data merupakan kunci untuk untuk menghentikan laju penguasaan ruang dan SDA oleh Korporasi, upaya ini secara kuantitatif berkontribusi dalam menyelamatkan 71 juta ha hutan dan berpotensi mengurangi penguasaan perusahaan sawit seluas 1,4 juta ha.

Melawan Korupsi Sumber Daya Alam. Menjadi konsultan khusus MSI untuk peningkatan kapasitas penyidik KPK di sektor SDA dan lingkungan, menjadi pengalaman dan pengetahuan WALHI serta membawa logika lingkungan ke dalam logika hukum salah satu bagian terpenting dalam proses dimulainya tipikor di sektor SDA dan LH.

Mengurangi penguasaan Korporasi. Advokasi melalui GN-PSDA bersama KPK dan kampanye kebakaran hutan dan gambut, membuka mata banyak pihak termasuk pemerintah bahwa meningkatnya investasi juga berbanding lurus dengan kehancuran lingkungan serta kerugian perekonomian negara, penegakan hukum, pemulihan lingkungan dan review perizinan korporasi mulai menjadi kosentrasi pemerintah.

Wilayah Kelola Rakyat. Menjadi bagian dari konsep WKR (Wilayah Kelola Rakyat) adalah Langkah maju dalam advokasi yang bukan saja defensif dan membangun narasi model kelola, tetapi juga langkah strategis menghentikan ekspansi korporasi ke wilayah produktif rakyat dan ekologi.